Jumat, 09 Maret 2018

Drone Bisa Bantu Atasi Mati Lampu

Drone Bisa Bantu Atasi Mati Lampu

Wahana terbang nirawak alias drone bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal lain di luar keperluan rekreasional atau pembuatan video.

Di Puerto Rico, misalnya, perusahaan listrik Duke Energy asal North Carolina, AS, mempekerjakan drone dalam upaya memperbaiki jaringan listrik yang porak poranda pasca Badai Maria menghantam negeri tersebut tahun lalu.  

Ada lima drone untuk menjalankan tugas-tugas berbahaya yang biasanya ditangani oleh manusia, seperti mencari tiang listrik yang tumbang di tengah hutan dan memasang kabel listrik di wilayah yang sulit dijangkau.

Sebelum ada drone, para pekerja manusia mencari sendiri jaringan listrik yang rusak dengan menjelajah daerah-daerah rawan bahaya macam pegunungan dan jurang. Begitu ditemukan, para pekerja mesti menyambungkan kabel antar tiang listrik secara manual.

Sekarang tugas yang melelahkan itu bisa diambil alih oleh drone, termasuk urusan memasang kabel di ketinggian tiang listrik, tanpa resiko cedera untuk para pekerja manusia. Drone pun bisa lebih cepat menemukan jaringan listrik yang rusak di antara belantara rimba hutan tropis Puerto Rico.

“Kami sedang sekali dengan kemampuan teknologi ini (drone) untuk mengurangi risiko yang dihadapi pekerja setiap hari, seperti bekerja di ketinggian, di sekeliling perangkat berlistrik, dan di ruang terbatas,” sebut manajer sistem aerial Duke Energy, Jacob Velky, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wired, Selasa (6/3/2018).

Jenis drone yang digunakan oleh Duke Energy adalah quadcopter Zoe dari AceCore Technologies. Dengan banderol mulai 15.000 dollar AS (Rp 206 juta) per unit, drone untuk profesional ini sanggup mengangkut beban seberat 11,7 kg, bisa terbang selama 40 menit, dan turut dilengkapi kamera.

Penggunaan drone berhasil menghemat waktu dan biaya untuk Duke Energy, tapi perusahaan itu tak mau mengungkapkan berapa persisnya penghematan yang dihasilkan.

Duke Energy sendiri sudah beberapa tahun belakangan memakai drone dalam kegiatan operasional. Sebanyak 30 karyawannya terlatih dan memiliki lisensi untuk menerbangkan drone kelas industri. Dua di antaranya dipekerjakan di Puerto Rico untuk membantu 200 orang pekerja dalam memulihkan jaringan listrik.

0 komentar:

Posting Komentar