Jumat, 09 Februari 2018

Tantangan Pemasaran Digital Di Indonesia

Tantangan Pemasaran Digital Di Indonesia

Tantangan pemasaran digital di Indonesia terbilang masih banyak. Salah satunya, sebagaimana catatan dari laman tristarmuzatek.com adalah peluang membangun awareness alias pemahaman luas tentang produk.

Tantangan pemasaran digital yang acap dikenal sebagai digital marketing ini dijawab oleh PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) (Persero). Sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Kamis kemarin, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memasukkan pemasaran digital lewat Program Sinergi BUMN berkenaan dengan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

"Kami melakukan peluncuran program Sinergi BUMN Dukung Sumbar sebagai Destinasi Wisata," kata Direktur Operasional Ritel Askrindo Anton Siregar sembari menambahkan bahwa dalam kegiatan itu pula pihaknya juga memberikan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk masyarakat Sumatera Barat.

Askrindo dalam kesempatan itu menggelar pelatihan UMKM serta pembekalan digital marketing kepada 25 wartawan. "Tujuannya untuk memperkaya wawasan para insan media sekaligus memberikan kesempatan untuk memperdalam digital marketing," kata Anton.

"Di era seperti saat ini, trend digital marketing baik di internasional maupun di lokal mengalami tren yang sangat baik, dengan digital masyarakat lebih simpel, mudah serta cepat. Jadi kita harus mengikuti tren digital yang ada," jelas Anton.

Digitalisasi

Senada dengan perkembangan teknologi, Askrindo juga tengah melakukan pengembangan digitalisasi guna menuju visi perusahaan menjadi pemimpin pasar pada 2020.

"Untuk mendukung digitalisasi perusahaan guna menuju market leader tahun 2020 kita akan mengeluarkan beberapa mobile applications yang akan kita launch ke masyarakat guna untuk memudahkan akses kepada masyarakat," ujar Anton.

Dia melanjutkan, Askrindo juga akan melakukan digitalisasi bisnis, proses maupun marketing komunikasi, dan akan membangun brand image sebagai salah satu perusahaan pemerintah yang mampu memberikan parameter puas kepada masyarakat.

Perkuatan Teknologi Informasi (TI) Askrindo dilakukan melalui jaringan yang tersebar pada 34 provinsi dan 60 kantor cabang seluruh Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar